Sikat gigi

Langit ada-ada saja. Ntah kenapa, buat dia hal yang berhubungan dengan sikat gigi itu lucu.

Continue reading

Posted in Uncategorized | 2 Comments

jika ada

Jika ada yang teramat sangat saya rindukan beberapa bulan ini, tak lain tak bukan adalah menulis.
Ah, cobalah lihat betapa buluknya blog ini, hina dina berdebu dan usang syalalala.
Banyaaaak sekali yang ingin saya tulis. Banyak sekali yang terlewat. Banyak. Amat banyak. Namun kadang kata-kata menguap begitu saja, menguap bersama raga yang kerap beralibi lelah, atau bosan, atau tidak mood, atau malas. Ah, jadi malu.
Bentar, saya mau bentur-benturin kepala dulu ke tembok.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

T.T

Nak, seperti nasehat Luqman pada anaknya, dunia ini layaknya lautan yang dalam, banyak manusia yang karam di dalamnya. Maka cukuplah iman, takwa, dan tawakkal pada Allah akan menyelamatkanmu darinya.
Continue reading

Posted in Uncategorized | 3 Comments

Popon

“Saya tidak percaya negara agama. Agama tidak perlu negara. Tuhan tidak perlu You”, begitulah kutipan kicauan seseorang yang saya tidak kenal, yang maka untuk keperluan saya,sebut saja namanya Popon. Saya tidak tau apakah redaksi kalimat Popon memang seperti itu atau tidak, saya hanya mengutip dari sebuah media, karena saya tidak punya twitter. Saya juga tidak ingin mengecek kebenarannya karena memang saya tidak seberniat itu.
Continue reading

Posted in Uncategorized | 3 Comments

debu

wow.berdebu sekalii

*elap

*elap

*kemudian sign out

Posted in Uncategorized | 4 Comments

-_-

Ah, jadi rindu bercerita.

Saya seringkali berada di rumah sendirian. Melakukan hal-hal yang biasa dilakukan sendiri, mencuci, menyetrika, menonton  tivi, bergaya di depan kaca(?), hingga berdiskusi dengan diri sendiri. Saya menikmatinya.

Continue reading

Posted in Uncategorized | 10 Comments

Kendra

Bisa saja saya adalah Narcissus yang jatuh cinta pada ketampanan dirinya sendiri. Yang kerjanya berkaca dari atas danau hingga lupa diri. Hingga menyelam sebab saking tergila-gilanya. Lepas Kendali, Tenggelam. Lalu mati.

Continue reading

Posted in Uncategorized | 5 Comments