No-l

Saya senang menghitung,

mencacah angka, mulai dari nol, satu, dua, sembilan belas, tiga ratus dua puluh satu

tapi saya mudah lupa

lalu saya mengulang dari awal, dari nol

kemudian saya mencacah lagi, satu, lima, tujuh, empat puluh dua, seratus tujuh belas

saya lebih suka bicara pada angka,

karena angka selalu mengerti, angka selalu adalah dirinya sendiri

angka tidak pernah berpura-pura

angka tau kapan dia harus datang,

angka juga tidak pernah lupa,

seperti saya yang mudah lupa sudah mencacah sampai mana.

 

 

Tepat di samping sana, di ujung kenangan yang siap hilang

saya menunggu.

saya tau

angka tau, kapan dia harus datang.

 

 

 

 

Advertisements
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s