Blackholeuphoria

Sains membawa kita ke tempat-tempat yang tak pernah kita pikirkan, membuat imajinasi bahkan terasa lebih nyata dari kenyataan itu sendiri. Bagi saya, tak ada yang lebih menyihir daripada sains. Teori relativitas Einstein mengubah signifikan cara pandang kita terhadap alam semesta. Jika paham Newtonian menjelaskan gravitasi sebagai sebuah gaya yang bekerja pada dua benda, dalam skala kosmos, relativistik mengungkapkan bahwa apa yang sesungguhnya terjadi adalah massa mampu melengkungkan ruang-waktu. Di lengkungan ruang waktu yang “dibentuk” Matahari lah, Bumi mengorbit. Bumi sejatinya bergerak lurus, tapi dalam ruang-waktu, Bumi seperti mengikuti elips yang melengkung.

Continue reading

Posted in Uncategorized | 1 Comment

Retrouvailles

Saya pertama kali ke Bosscha tahun 2007, 11 tahun yang lalu. Saat itu bersama Teh Imas, teh Ega, Kang Aisar, Dhila, Findi, Angga, Dodo, entah siapa lagi saya sudah lupa, satu divisi dalam sebuah unit mahasiswa berkunjung ke Bosscha. Meskipun yang pertama kali saat itu, tapi saya merasakan chemistry yang kuat pada tempat ini, kami seperti sudah kenal lama *eluaja,ah*.

Continue reading

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Dari Atta, kepada Catung

Dear, Saturnia..

Sejak bayi, saya sudah sering dibawa Ibu menemani Ayah mengamati alam semesta. Saya selalu mengingat saat ayah menunjuk salah satu bintang paling terang di langit. “Bintang yang itu namanya Altair,” kata Ayah. “sama seperti namamu.” Sejak mengetahui nama saya ada di langit sana, ketika menatap langit entah kenapa saya menjadi lebih bahagia. Saya jadi selalu ingin ikut ayah mengamati langit.

Continue reading

Posted in Uncategorized | Leave a comment

21 Mei

21 Mei datang lalu mengenalkannya pada air mata

Sejak saat itu mereka jadi teman akrab

Nya sering ingin mengkhianati pertemanan,

Tapi terlalu banyak menimbang-nimbang,

dosa tidak ya?

 

Posted in Uncategorized | 1 Comment

de kleine Prins

Suatu hari yang lampau, ketika saya membaca Le Petit Prince karangan Antoine de Saint-Exupéry, saya seperti membaca diary sendiri. Saya merasa diri saya hidup dalam kalimat-kalimat Monsieur Antoine. Indah, dalam, murni, multitafsir, penuh teka-teki, tanpa merasa perlu untuk menjelaskan apapun pada siapapun. Semoga Monsieur Antoine memaafkan kelancangan saya yang mungkin saja secara tidak langsung telah merendahkan reputasi masterpiecenya karena hal ini.

Tapi itu saya. Yang egois. Untuk hal-hal tertentu, saya lebih suka diam. Saya tidak suka menjelaskan. Jika kamu tidak mengerti, itu urusanmu. Saya tidak peduli. Tuh, Egois kan saya?

Continue reading

Posted in Uncategorized | 4 Comments

No-l

Saya senang menghitung,

mencacah angka, mulai dari nol, satu, dua, sembilan belas, tiga ratus dua puluh satu

tapi saya mudah lupa

lalu saya mengulang dari awal, dari nol

kemudian saya mencacah lagi, satu, lima, tujuh, empat puluh dua, seratus tujuh belas

saya lebih suka bicara pada angka,

karena angka selalu mengerti, angka selalu adalah dirinya sendiri

angka tidak pernah berpura-pura

angka tau kapan dia harus datang,

angka juga tidak pernah lupa,

seperti saya yang mudah lupa sudah mencacah sampai mana.

 

 

Tepat di samping sana, di ujung kenangan yang siap hilang

saya menunggu.

saya tau

angka tau, kapan dia harus datang.

 

 

 

 

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Belajar dari Pluto

Tak ada benda langit yang lebih kontroversial di seluruh Tata Surya daripada Pluto. Pluto telah melewati banyak hal.

Keberadaan Pluto pertama kali diramalkan oleh astronom Amerika, Percival Lowell dari keanehan gravitasi orbit Neptunus dan Uranus. Di tahun 1930 Pluto ditemukan oleh Clyde Tombaugh, diklaim sebagai Planet ke-sembilan walaupun ia “nyentrik” sendiri. Secara ukuran, Pluto tidak ada apa-apanya dibandingkan ke delapan planet lain. Diameter pluto bahkan hanya 2/3 dari diameter Bulan, dengan densitas yang lebih rendah, massanya hanya lebih kurang seperenam massa Bulan. Orbitnya paling eksentrik, dengan inklinasi orbit yang ganjil sendiri. Di saat planet-planet lain membentuk bidang orbit coplanar, Pluto malah miring 17.160. Tidak hanya sampai disana, Pluto juga berotasi secara retrograde, ia berputar dari Timur ke Barat, seperti Venus dan Uranus, yang mengakibatkan di sana Matahari terbit dari Barat. Yet it was okay, toh sejak saat itu, Pluto menikmati penghargaan sebagai Planet ke sembilan.

Continue reading

Posted in Uncategorized | Leave a comment