Daffodil

Narsisme untuk sebagian orang bisa jadi sesempit frame yang membingkai foto-foto alay close up, kombinasi efek kulit putih-bibir monyong-mata belo plus kepala miring 45 derajat. Jika anda mungkin pernah tau mitologi yunani tentang Narcissus -orang (atau dewa?)yang paling bertanggung jawab untuk istilah “narsis”-, maka anda akan paham bahwa narsisme setidaknya lebih dramatis daripada itu.

Continue reading

Advertisements
Posted in Uncategorized | 3 Comments

Gravitasi Meda

Langit sore adalah rumah bagi crepuscular. Celah langit yang tak diisi awan membiarkan matahari menerobos dalam pilar-pilar sinar yang menelisik tajam. Dia pernah bilang pada saya, bahwa dia jatuh cinta pada pandangan pertama, pada celah langit yang melewatkan sinar-sinar itu, pada crepuscular.
Continue reading

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Paris! (day#1:Sacre Coeur, Montmartre)

Lutetia Parisiorum. Paris adalah cita-cita semua wisatawan. Kota ini bagaikan magnet. Setiap tahunnya, ada lebih kurang 30 juta wisatawan datang ke Paris berebut oksigen dengan hampir 12 juta penduduk lokal. Berhubung kami sedang menetap di Belanda, maka perjalanan ke Paris tidak boleh dilewatkan. Sebelumnya, rencana awal ke Paris harus gagal karena persiapan yang tidak matang. Akhirnya kami memesan tiket Thalys untuk keberangkatan sebulan kemudian agar mendapatkan harga yang masih bersahabat, penginapan pun sudah dibooking melalui sebuah situs booking anyar setelah lebay sekali mempertimbangkan faktor harga-lokasi-kondisi. Bukan apa-apa, Paris mahal. Tapi Alhamdulillah ada saja pilihan yang pas.

Continue reading

Posted in Uncategorized | 4 Comments

Nah, ini.

Bagaimana?sudah siap membaca sampah selanjutnya?:p

Sekarang-sekarang ini, kadang saya menjadi sangat labil. “Sangat” dalam arti yang sesungguhnya. Saya mendadak selalu menyempatkan diri menunjukkan tanda-tanda PMS: sensi tidak jelas-meminta maaf-memohon untuk dimengerti. Yaiks. saya merasa dangkal. Tapi wanita PMS itu ajaib sekali sih, jika boleh sedikit dielaborasi, ajaib dan bonafid.

Continue reading

Posted in Uncategorized | 2 Comments

Dia dan Waktu

Dia dan waktu
Mereka sedang saling berpura-pura

Saya dan waktu
Kami sedang belajar jadi munafik

sudah.
cukup.

Posted in Uncategorized | 1 Comment

kutuk kutuk kutuk

Pendidikan adalah tema yang seksi. Bagaimana tidak, segala fenomena sosial yang ada dipantik oleh pendidikan. Kita mungkin bisa terjebak pada definisi sempit pendidikan sebagai imbas sistem pendidikan formal saat ini. Pendidikan sesungguhnya jauh lebih luas dari itu, jika kita mau menyadarinya. Saya rasanya sudah tak berselera mencerca buruknya sistem pendidikan di negeri ini. Mungkin anda jauh lebih tau. Ah yang benar saja, mencekoki anak usia sekolah dengan berbagai macam materi pelajaran dari A hingga Z, mengukur kesuksesan belajar dalam angka, memberikan hukuman dan yang sejenis itu adalah ide-ide yang kasar, primitif, dan sama sekali tidak keren. Jujur saja, saya tak ingat satupun tentang sistem pencernaan kecoa, atau pernapasan protozoa, saya juga tidak pernah tau manfaatnya jikapun saya tau, dan tentu saja saya memang tidak tertarik. Saya cukup tau kalau kecoa bisa mencerna. Saya juga tidak pernah ingat nama-nama manusia purba, dimana dia ditemukan, siapa penemunya, dan apa pengaruhnya pada saya jikapun saya tau. Saya cukup tau saja kalau manusia purba ternyata sangat purba sekali *bzzt

Maka pendidikan yang paripurna bukanlah angka-angka sepuluh di atas kertas, tapi pendidikan yang betul-betul mampu membuat kita terdidik dalam nilai-nilai kemanusiaan, yang membuat kita tak hanya tau dan pintar, namun bijak dan peduli. Pendidikan yang proporsional, yang punya takaran (?). Maka harusnya “dididik” adalah semacam candu yang harus selalu kita tuntut-tuntut dan kita perjuangkan. Bukan hal yang menyeramkan. Bukan begitu?saya juga ga yakin-yakin amat sih*egubrak

Tentu saja, daripada mengutuki kegelapan, lebih baik menyalakan lilin. Tapi saya suka keduanya. Yihi. *nyari-nyari korek
Ah, saya paling tidak suka jika melihat adik saya harus menghapal textbook tiap kali dia mau ulangan.

Posted in Uncategorized | 3 Comments

ngek

Taraaaaa!!!!

Saya masih hidup.Alhamdulillah

Sebelumnya, mungkin ini tidak perlu, tapi saya tergerak untuk memohon maaf pada siapa saja yang mau, sekurang-kurangnya pada diri saya sendiri, karena saya sudah sangat lamaaaaa sekali menganaktirikan diary ini *diary?cuih.* Bahkan saya merasa sedikit was-was kalau-kalau celahlangit sudah menjadi fosil. Jadi, kemana kamu selama ini, dwiyosha?  Well, masih perlukah saya beralibi? Demi kesan positif, biarlah kita anggap seolah-olah tidak pernah terjadi apa-apa. selesai.

Continue reading

Posted in Uncategorized | 3 Comments