Author Archives: Dwi Yosha

Puisi sedih

kuberi tahu kau bahwa ini puisi sedih karena saat aku memulai larik pertama dia menatapku dengan kedua bola matanya yang terluka lalu aku bisa apa?   geming adalah dia. mencoba memutar kembali ragam kisah dalam otaknya hingga sampai pada sebuah … Continue reading

Posted in Uncategorized | 1 Comment

Kardia

Dari beberapa hari yang lalu, saya merasa ada yang salah dengan kesehatan saya. Jantung berdebar-debar, susah bernafas, dan kadang berkeringat dingin. Saya sudah akan berkesimpulan kalau ini tanda-tanda jatuh cinta kalau saja tidak ada gejala-gejala lain seperti kliyengan, mual, dan … Continue reading

Posted in Uncategorized | 3 Comments

Balon Hijau Kami

Ini adalah chit chat kami bertiga (Mehe, Iin, dan saya) dalam rangka me-recall memori tentang bagaimana kami mendirikan sekolah bermain balon hijau tahun 2011 lalu. Mungkin kedengerannya keren sekali *katasiapa*, tapi mungkin anda akan segera berubah pikiran setelah membaca ini. … Continue reading

Posted in Uncategorized | Leave a comment

……

Hai. saya kangen sama kamu. kamu masih disitu? belakangan, hidup jadi terlalu waras, kamu tau? phuh. tunggu ya, tunggu saya dulu.. *ngomongsamablog*

Posted in Uncategorized | 1 Comment

Dia dekat.

Kali ini saya mau berbagi cerita yang sedikit serius *jadi selama ini??*.Ehem uhuk, begini.. *benerin jilbab*. Saya sering mendengar dan membaca cerita tentang keajaiban Al-Qur’an. Baca dari artikel, dengar langsung dari teman, bahkan tak jarang mengalaminya sendiri. Saya percaya, tidak … Continue reading

Posted in Uncategorized | 3 Comments

Dia sudah

dia sudah kehabisan cara bagaimana menjelaskan padamu apa maksudnya. yang sudah lebih dari lelah kau tau, dia menyimpan baik-baik lukamu dalam kantongnya berjanji tanpa kau tau, tak akan membagi kata yang pernah ia kumpulkan darimu, dari matamu. dia matahari. membakar … Continue reading

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Dalam hidup,

Dalam hidup, selalu ada kisah-kisah yang tak sempat selesai. Selalu ada cerita yang berakhir menggantung. Ada bagian-bagian yang selamanya tak pernah ada. Selalu ada pertanyaan  yang ditakdirkan untuk tak pernah mendapatkan jawaban.  Meninggalkan kita, saya sih,  yang jadi suka menerka … Continue reading

Posted in Uncategorized | 4 Comments