Puisi sedih

kuberi tahu kau

bahwa ini puisi sedih

karena saat aku memulai larik pertama

dia menatapku dengan kedua bola matanya yang terluka

lalu aku bisa apa?

 

geming adalah dia.

mencoba memutar kembali ragam kisah dalam otaknya

hingga sampai pada sebuah kata, ia lupa cara bicara

dan sialnya, aku lupa cara mendengar bola mata.

 

kuingatkan dia tentang cinta yang duduk rapuh di ujung situ

barangkali dia mau kuajak kesana

tapi aku lupa cara meminta

 

bola mata masih saja menatapku dengan terluka

tapi aku banyak lupa.

aku lupa sekedar cara menutup luka

boleh kubanting saja cerminnya?

 

 

 

 

 

kalau tidak, aku mau main drama korea saja. kamu mau jadi cowok cantiknya?

#egubrak

#sadarcha

Advertisements
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

One Response to Puisi sedih

  1. Sandri says:

    Untuk puisi sesedih ini saja, teteh masih bisa membuatnya seolah-olah tidak harus untuk disedihi (?). saya belajar banyak dari tulisan2nya teteh untuk selalu menertawakan (kesedihan) hidup. Hehehe. salam untuk Langit, teh. 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s