-_-

Ah, jadi rindu bercerita.

Saya seringkali berada di rumah sendirian. Melakukan hal-hal yang biasa dilakukan sendiri, mencuci, menyetrika, menonton  tivi, bergaya di depan kaca(?), hingga berdiskusi dengan diri sendiri. Saya menikmatinya.

Syahdan, di suatu masa, mungkin sebulan yang lalu, ketika melewati SD yang berada di dekat rumah, saya menyempatkan diri ikut berkerumun bersama bocah-bocah bau keringat yang baru pulang dari sekolah. Tidak, jangan berburuk sangka dulu, saya tidak ikut berkerumun menonton anak SD berkelahi. Mereka sedang mengerumuni abang-abang, 20 tahunan, bertampang biasa-biasa saja, tidak berotot, tidak mirip artis, tidak sedang melakukan sulap, pun tidak sedang membagi-bagikan duit. Yang spesial adalah, abang-abang ini sedang berjualan cupang. Singkat cerita, karena saya terlalu banyak bertele-tele dari tadi, dari abang-abang ini, setelah berdiskusi dengan diri sendiri akhirnya saya beli dua ekor cupang yang kata saya sangat eksotis, karena saya membeli yang paling mahal. Mungkin saja saya ditipu, tapi saya tidak sedang keberatan untuk ditipu saat itu. Sedikitpun tidak.

Menurut pengakuan abang-abang, kita sebut saja beliau bernama cupangers, ikan cupang adalah ikan yang kuat, tidak makan-makan beberapa haripun ia tak akan mati, disimpan di botol tertutup tanpa udarapun dia tak akan mati. Berkaca dari pengalaman saya memelihara beberapa makhluk hidup, maka teori abang cupangers tentang cupang cukup memecut adrenalin saya(?).  Saya dan cupang agaknya cocok, kami akan bersimbiosis komensalisme. Saya pun memboyong pulang dua ekor cupang itu. Saya sedikit menyesal, karena ketika harus memberi nama, saya tidak sedang kreatif, jadi saya beri saja nama cuping dan cupong. Huks.

Saya menempatkan cuping dan cupong di dua wadah yang berbeda. Untuk ukuran komunikasi satu arah, menurut saya, kami telah menjadi partner yang akrab dan saling mendukung(?). Rencananya, jika saya sudah agak jenuh dengan percupangan, saya akan menyatukan cuping dan cupong dalam satu wadah, agar mereka saling berkelahi, dan membiarkan mereka berpulang ke rahmatullah secara alami.

Tahukah, padahal rencananya saya ingin bercerita tentang kurir pengirim paket, kenapa jadi membahas cupang?heu.

Begini ceritanya, rumah saya sering kali kedatangan paket. Buku, file-file tertentu, atau makanan. Biasanya kurir pengirim paket datang ketika saya sedang sendirian di rumah. Mengetuk-ngetuk pagar besi dalam format ascendo, dan meneriakkan “paket!paket!paket!” yang kata saya, apabila ia punya waktu dan kesempatan berteriak semilyar kali, ia akan melakukannya.

Nah, bukannya bagaimana, untuk menerima paket ini tentunya saya harus keluar rumah. Jika keluar rumah, tentunya saya harus memakai rok panjang, dan mencari-cari jaket, dan memakainya, dan mencari-cari kerudung langsung, dan memakainya, dan mencari-cari kaos kaki, dan memakainya. Intinya banyak yang harus dipersiapkan terlebih dahulu. Lebih kurang saya butuh 10menit.

Jujur saja, saya tidak tertarik menghabiskan waktu untuk melakukan hal-hal yang saya sebutkan di atas. Sekali-kalinya hal ini saya lakukan hanya untuk menerima paket pempek dari Palembang yang memang sudah saya tunggu-tunggu.  Akhirnya saya putuskan bahwa, kalau ada kurir paket yang datang, saya akan berpura-pura tidak ada di rumah atau berpura-pura sedang tidur.

Tapi yang tidak saya paham, kenapa pula di setiap kurir paket datang, saya yang berada di dalam rumah, dalam keadaan apapun saat itu, langsung cepat-cepat  mengambil posisi tidur, tidak lupa pula memejamkan mata, supaya si kurir percaya saya benar-benar sedang tidur. Bzztt.. Padahal, manapula si kurir malang itu tahu apa yang sedang saya lakukan di rumah. Saya menyadari kebodohan ini setelah si kurir beranjak pergi. Tapi saya selalu mengulangi kebodohan yang sama setiap ada kurir yang datang.

Dan percakapan seperti ini kerap kali terjadi:

A: de, tadi ada paket yang datang ngga?

B : ada

A: Trus mana paketnya?

B: Ga diambil, tadi pura-pura tidur

A: -__________-“

Heu. kadang saya bisa sangat kekanak-kanakan.

Advertisements
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

10 Responses to -_-

  1. jelajahrasa says:

    Suka, sgt suka dgn cerita uni ochaa, mbuat bulu kuduk merinding..hehe

  2. ceria says:

    😀 :))) Lucuu.. disatu sisi bosan dgn si tukang paket yg silih berganti datang, disisi lain…..hmmmm

  3. langit11 says:

    saya penasaran sama cupong dan cuping, beneran kuat ga makan berhari-hari kah, mba? hehe

  4. Fie Banaty says:

    Mbak, cupangku ada banyak.. banyak yang eksotik pulaa, maukah? ^_____^

  5. Hehe, ceritanya bikin ketawa guling-guling uni 😀

  6. rina says:

    uniiii…. >.< sama dong.

  7. fino says:

    penasaran.. gimana kabar cupang2nya.. udah pulang dg alami kah?

  8. Dyah Sujiati says:

    Hahahahaaa
    ngakak bacanya :mrgreen:
    emak-emak gaul abis ni namanya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s