absurd!

Kemaren adalah hari pertama adik saya kembali masuk sekolah. Ada sedikit perasaan antusias dan perasaan ntah apa namanya menguasai saya. Antusias karena akhirnya saya bisa langsung melihatnya menggunakan seragam. Selama 4 tahun saya hanya pulang ketika libur lebaran. Dan adik saya bukan tipikal yang mau sukarela menggunakan seragam sekolah ketika lebaran(?). Sejujurnya, melihat adik-adik saya telah berganti seragam dari merah ke biru ke abu-abu  adalah salah satu cara paling efektif untuk menyadarkan saya bahwa saya sudah tak muda lagi #eaa. Dulu, ketika sekolah harus kembali dimulai setelah liburan, saya selalu dijangkiti sensasi aneh, uring-uringan tak menentu, merasa ada yang tidak beres dengan sistem pencernaan, atau lebih parah, seperti kehilangan sebagian organ dalam tubuh. Seolah-olah kebahagiaan hakiki  dan hak dasar saya telah direnggut. Saya benar-benar tidak dewasa meghadapi momen itu. Tapi siapa anak sekolah yang senang jika sekolah harus dimulai? Saya jamin tidak ada. Jika ada, itu outlier yang dalam perhitungan statistik harus dibuang dan tidak perlu dijadikan bahan pertimbangan.  Yah, mungkin memang ada, tapi apa peduli saya?

Dan secara ajaib hari ini saya kembali merasakan sensasi ‘kembali ke sekolah’ seperti dulu.  Untuk banyak hal, tidak hanya saat kembali harus masuk sekolah, sensasi seperti ini sering saya rasakan.  Kadang saya takjub sendiri dengan kemampuan saya yang bisa mendadak melo semelo-melonya karena hal-hal kecil tak berarti. Seperti sekarang contohnya. Terasa menyakitkan dan tak saya harapkan. Tapi kata orang-orang bijak –tentu saja saya tak termasuk- justru hal-hal seperti itulah yang memberikan banyak pelajaran.

Benar saja. Untuk sepersekian detik adik saya dalam seragam SMA-nya seperti sedang menyentil saya. Dan saya merasa, waktu telah dimampatkan.  Dia masih amat kecil ketika saya meninggalkannya di tumpukan pasir, karena saya lebih memilih bermain-main bersama teman sebaya, dan ketika pulang, saya menemukannya dengan pose menyuap pasir seolah-olah dia sudah lama tak diberi makan oleh orang tua saya. Dia juga masih amat kecil ketika rumah saya dipenuhi adegan saya mengganggunya-dia berteriak-dia menangis-dia mengadu-mama marah-saya cuek-saya mengganggunya-dia menangis-saya mengganggu lagi-saya mengganggu lagi-dia mengusir saya-saya mengganggu lagi. Sekarang, seperti ada peraturan tak tertulis yang mengikat, saya tidak bisa lagi seleluasa dulu dalam hal ganggu- mengganggu.Huks. Ini tentu saja tidak menguntungkan saya, karena saya harus kehilangan sedikit kesenangan pribadi yang susah dijelaskan.

Adik-adik saya yang bertumbuh sebenarnya menyadarkan saya lebih ketimbang perubahan saya sendiri. Setiap saya pulang, saya melihat mereka seperti dapat tambahan sekurang-kurangnya 6 pon otot tiap tahunnya. Dan mau tak mau, akhirnya saya juga menyadari perubahan-perubahan saya. Dalam bahasa sotoy,tak peduli linear, eksponensial, atau apapun, saya adalah fungsi kondisi dan waktu.

Sekarang, hari ini, ada perasaan ntah apa yang menghinggapi saya, lebih dari sensasi ‘kembali ke sekolah’, tiba-tiba saya jadi sangat rindu pada masa-masa yang telah berlalu. Rasanya.. yah,seperti kehilangan beberapa organ dalam tubuh. Namun dengan tambahan, merasa paru-paru saya agak turun dari diafragma,lalu ngilu di bagian hati (?). Saya seperti orang putus cinta *sotoy*. Mungkin begitulah kira-kira. 

Ya ampun, yang benar saja, kenapa waktu cepat sekali berlalu??? Kenapa??KENAPAAA??? *sambil mukul2 dinding.haha*. Dasar galau. Tapi mau bagaimana lagi, saya mencintai kegalauan seperti mencintai diri sendiri. Ntahlah, masa bergulir begitu saja, kadang saya pikir, kita butuh waktu khusus untuk menggalau dan mengingat masa lalu. Ada banyak pertanyaan pribadi yang bisa terjawab. Ada kemungkinan penyesalan yang ada, tapi kadang hikmah butuh dijemput ke masa lalu, karena hikmah tak pernah berbaik hati datang sendiri.

Maksud saya, kadang kita bisa telat belajar, yah, lebih kurang, maksud saya, kita itu.. anda tau maksud saya?Ah, saya ngomong apa sih?

 

Advertisements
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

5 Responses to absurd!

  1. deapratini says:

    ocha salam kenal, semalaman saya terdampar dalam blogmu. dan saya sudah mengkhotamkan semuanya tulisanmu (hahaha… dalam 1 malam). kocak banget cha…wakey dah.

  2. ryzman says:

    absurd seabsurd2x.. Wah kesian adik2x ya dpt ka2 yg tak calm tlisanx.* ta’ link y blognya

  3. juharisman says:

    like this.., beajar dari masa lalu untuk masa depan

  4. Afdhalul says:

    Mengenai kembali ke sklh,,,
    cek lagi esay prIa1..
    Ataukah itu hanya pemanis???

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s