Alnitak, Alnilam, Mintaka

Jari-jari Dwi masih lincah menari-nari di atas keyboard laptop 12 inci. Sekarang hampir jam 2 dini hari. Nyaris tak ada suara, kecuali suara keyboard yang ditekan ritmik dan cenderung monoton, suara kipas cooling pad yang tak kalah monoton, bahkan lebih layu, dan sesekali suara kendaraan bermotor dari jembatan layang yang merambat bersama udara dingin malam itu. Menembus ke kulit, menyisakan pias.

Ia memang lebih memilih berada di luar. Karena jika berada di kamar, dia optimis akan tertidur. Dulu, tidur dan lelah seperti samudera dan karbondioksida. Sekarang tertidur di saat-saat seperti ini hanya menyisakan rasa bersalah, adalah mutlak salah,  jika tidak boleh disebut aib, atau pengkhiatan atau yang lebih buruk dari itu.

Sudah beberapa hari ini Dwi menunda jam tidurnya, memutuskan untuk lebih berlama-lama di depan laptop. Tepatnya sejak ia berdamai dengan sesuatu yang dosen-dosennya, teman kuliahnya,  teman lama, teman kosan, orang tua, sanak family,  tukang fotocopy, dan sepertinya semua orang, sepakat menyebutnya Tugas Akhir. Dan Dwi punya teori sendiri. Tugas Akhir adalah konspirasi yang diciptakan oleh sekelompok kaum terpelajar yang berkuasa untuk mengaduk-aduk perasaan mahasiwa tingkat akhir.  Tanpa ampun. Lalu semoga disebut Tugas Akhir, karena setelah menyelesaikan tugas ini, penderitaan akademik Dwi di kampus gajah  berakhir. Amin.

Tidak ada kalimat yang sanggup menjelaskan betapa tersiksanya Dwi dengan semua ketidakjelasan ini. Yang dapat menghiburnya adalah bahwa ia percaya dirinya adalah manusia tipe Y. Atau paling tidak Dwi mengharapkan efek pygmalion dari kepercayaannya. Sesekali Dwi celingak celinguk di akun jejaring sosialnya, sekedar mengusir rasa bosan yang teramat kalut. Membuka email. Membuka blog. Kadang Dwi mengutuk-ngutuk karena foto beruang kuning solehanya dicuri tanpa izin, atau tulisannya yang disadur tanpa izin. Dwi mendadak jadi sangat emosional dan mengomel tak jelas tentang manusia kelas 2, yang tak kreatif. Tak punya kepribadian.

Sesekali Dwi beranjak ke balkon, menatap langit. Berlama-lama. Pura-pura lupa kalau ia sedang ditunggui laptop setianya. Lagi-lagi, jika menatap langit, dia jadi memikirkan apa saja. Langit tak pernah berubah.  Langit adalah tempat pelarian. Selain tidur. Terlebih-lebih pada saat seperti ini, saat dia menginginkan ada yang benar-benar berpihak padanya..

Hmm… Sekarang sudah Rabu, besok Kamis, lalu Jum’at, Sabtu, Minggu.. Tak ada yang lebih membuat  Dwi bingung daripada dirinya sendiri. Kadang dia ingin 1 menit cukup 20 detik. Kadang dia merasa 1 menit seharusnya 1bulan. Kadang dia juga ingin waktu di bumi tidak linear, tapi fungsi emosi pribadinya. Bagaimana mungkin dia bisa berpikir seperti itu?

Ah dasar Dwi.. ia merasa ada yang terlewat dari pikirannya..ada yang berkurang…

satu satu, sambil mendongak ke langit, Dwi membilang apa saja yang telah hilang…

suara gadis cilik yang ceria tanpa rasa bersalah berpadu suara merdu yang bijaksana mengalun di satu sudut, di benaknya..menjadi musik latar, menyanyikan lagu..

Jangan lupa esok kita punya janji….smakin cepat kita tidur, smakin cepat kita bertemu kembali….Berdoalah sebelum kita tidur,..jangan lupa cuci kaki tanganmu….Jangan lupa doakan mama papa kita.
Jangan takut akan gelap.
Karna gelap melindungi diri kita, dari kelelahan…..”

Ah, dia baru sadar kalau dia ngantuk sekali..

*Dwi,sigalauyangsedangbelajarlebihbersyukur

Advertisements
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

6 Responses to Alnitak, Alnilam, Mintaka

  1. Nurul Widya says:

    Cemungudh ocha! 🙂

  2. hilda says:

    blogwalking lagi kak..
    he

  3. keren sis,,, ijin share yak

  4. keren sis,,, ijin share yak

    kebetulan hampir sama situasi nya dg yg saya alami b^^d

  5. pyasgangga says:

    🙂 saya ijin share tulisanny y ka’. jzq

  6. birulangit says:

    izin share

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s