Cerlang

Subuh seperti sengaja datang untuk memberi teka-teki

Ditelannya perlahan malam tanpa sisa

Lalu ia ungkit mata dewa sepenggal ufuk

Juta warna buyar begitu saja

Titik-titik air mengambang ke semesta

Maka cahaya mencari apa saja yang gelap.

Gelap tak bisa lagi sembunyi

Ah, gelap tak pernah sembunyi sebenarnya

Ia hanya diatur menunggu giliran

Tak ubahnya subuh,

Yang menunggu giliran memberi teka-teki.

Seperti sekarang. Hari ini.

Boleh saya coba menerka?

Advertisements
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s