terra incognita

Saya jatuh cinta tiap detik.

Pada astronomi.

Sabtu lalu saya sempat mengikuti seminar yang diadain oleh teman-teman HIMASTRON ITB. Saya pengen ngasih tau kalau faktanya adalah, saya ngga pernah mengikuti seminar semelek itu… Fokus 100%. Melotot. Membuat mata saya benar-benar tidak sipit lagi(?). Bahasa astronomi memang penuh sihir membiuskan.

Seminar itu membahas sejarah astronomi Indonesia, astronomi Indonesia sekarang serta astronomi Indonesia di masa depan. Banyak astronom amatir dari beberapa himpunan astronomi yang datang.Pokoknya keren sekali.

Huaa …astronomi… ^^*ting ting ting

Jangan tanya pada saya apa arti astronomi untuk saya. Kamu akan kesulitan menghentikan saya yang akan ngoceh dengan mata berbinar-binar. Untuk astronomi, insyaAllah saya tidak akan kehabisan kata-kata, hingga lupa waktu, hingga tidak peka kalau kamu berharap saya tiba-tiba sariawan dan berhenti mengoceh.

Untuk sebagian orang (terutama orangtua saya),astronomi mungkin terdengar absurd. Ngapain? Kayak kurang kerjaan. Ngamatin bintang, ngamatin bulan, seperti tidak punya masa depan (?), toh tak akan lari bulan dikejar(??). Oh tolonglah anak muda, astronomi teramat sangat keren sekali. Banyak orang awam yang tidak tau betapa pentingnya basic science ini. Coba saya tanya, dari mana manusia kenal dimensi waktu tanpa astronomi?dari mana orang bisa menyusun penanggalan masehi tanpa tahu perilaku bumi mengitari matahari? Dari mana umat muslim bisa tahu hillal hingga bisa menjalankan ibadah di Bulan Ramadhan?Yuph astronomi. Karena Bumi tidak sendiri. Karena kita tidak sendirian di alam semesta. Karena Bumi hanya secuil yang amat kecil dari jagat raya yang luas tak berbilang. Bumi, dan bertrilyun trilyun perhiasaan langit lainnya yang tidak diam, bergerak teratur dalam orbitnya, dan bertasbih dalam caranya sendiri.

Ntahlah, tapi selalu ada sensasi yang membuat saya bergidik, inilah yang membuat saya cinta pada langit malam, pada astronomi..

Hoho, ayo lanjut.. trus apa kabar astronomi Indonesia? Saya tidak tau banyak tentang ini, tapi katanya astronomi Indonesia memiliki reputasi yang cukup baik dalam komunitas astronomi internasional. Bangga banget lah. Dan Indonesia patut berbangga memiliki sebuah observatorium astronomi yang terbesar di Asia Tenggara sejauh ini. Kamu tau kan?Yap, benar sekali. Observatorium Bosscha yang sangat terkenal itu. Kenapa namanya Bosscha? Bosscha itu nama orang. Dwi Bosschafetri Yuna? Tentu saja bukan. *krik3x*, Bosscha adalah seorang konglomerat yang menghibahkan perkebunan tehnya untuk dibangun observatorium, Bosscha juga yang menyumbangkan dana untuk beli teleskop.. kalau ngga salah sih gitu.. coba cek aja..

Di observatorium Bosscha, para astronom bisa bebas menjelajah langit selatan, mengamati konstellasi, mengamati matahari, bulan, planet-planet.. huaaaaaa..*mupeng*. Namun, sayang sekali keberadaan Bosscha terancam karena polusi cahaya. Perilaku urban membuat kawasan dekat Bosscha juga mulai dijamah untuk pemukiman. Cahaya penerangan dari gedung-gedung, dari papan iklan, dari kendaraan dan sebagainya menghambur ke angkasa mengakibatkan bintang-bintang yang umumnya redup jadi susah diamati. Polusi udara juga memperparah, ia membuat langit tidak jernih. Ujung-ujungnya astronom cuma bisa bersabar tak tahu harus menyalahkan siapa *tsah!*. Walaupun katanya akan dibangun observatorium baru di Kupang, tapi tetap saja Bosscha adalah asset yang harus dijaga. Saya, yang walaupun bukan siapa-siapa dalam dunia astronomi profesional, tentu saja akan ikut sedih kalau Bosscha yang bersejarah lama-lama hanya akan jadi objek wisata,tempat foto prewedding, atau akan jadi museum karena alasan-alasan yang tidak bisa ditolerir..

Maka ayo, selamatkan Bosscha dari polusi cahaya..^^hoho

%^$?>!^%)($#@!.?Huaaa.. pengen jadi astronotttt, pengen disebut astronom…huaa pengen punya teleskoppp.. pengen punya observatorium pribadi…huaaa kya kya kyaaa pengen ke Bosscha lagiiiiiiiiiiiiT.T *labil mode on*

Advertisements
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

3 Responses to terra incognita

  1. masukitb says:

    Halo,

    Salam kenal. Kami menemukan blog kamu ini, setelah menelusuri tautan, dari salah seorang sahabat blogger. Kebetulan, kami memang ingin menyapa mahasiswa dan alumni ITB, yang biasa berbagi rasa dan ilmu di media daring ( blog) maya.

    Kami dari masukitb.com, ingin mengajak blogger yang sedang atau pernah menjadi warga Kampus Ganesha, untuk membagi pengalamannya, bisa berupa artikel teks, foto, bahkan video, seputar kehidupannya, selama belajar di Kampus Ganesha.

    Masukitb.com adalah tampilan kehidupan Kampus Ganesha ITB, wadah bertanya, berdiskusi, dan berinteraksi, antara para mahasiswa atau alumni ITB, dengan para pelajar SMU dari seluruh Indonesia, yang berminat menjadi bagian dari komunitas ITB. Kami memahami, bahwa banyak sekali yang berminat menjadi warga kampus Ganesha, dan semoga media maya ini, bisa mengurangi kasus salah jurusan, serta membuat siswa SMU lebih mempersiapkan diri, dengan segala dinamika pembelajaran, di Kampus Ganesha.

    Terima kasih banyak, atas kesediaan Kamu untuk berbagi dengan para pelajar SMU se-Indonesia, semoga kebaikannya bisa bermanfaat untuk semua.

    tim masukitb.com

  2. assalamu’alaykum wr wb

    cha, ini isi talkshow khatulistiwa yang pertama ya? *kok kayaknya ada yang aneh* kalo saya sih ikut yang kedua, yang tentang global warming vs global cooling.

    pernah ada yang bilang gini ke saya *cukup nanclep*
    ditemukan planet kesembilan, kesepuluh, atau kesebelas pun rakyat miskin di indonesia ga akan berkurang.
    isu astronomi lebih dari sekadar amat-mengamat, tetapi gimana bisa bermanfaat bagi manusia dan dunia.
    misal, gimana caranya mendapatkan barang tambang dari bulan *ada gak sih?*

    gitu,,,

    setuju, astronomi emang keren!
    hoho =D

  3. celahlangit says:

    iya peh, itu talkshow yg pertama.
    pendapat orang pasti sesuai sama seberapa byk pengetahuan dia peh,, org bisa sekonyong-konyong bilang gitu karena dia memang ga punya pengetahuan tentang astronomi.
    menurut saya, “bermanfaat” tidak sesempit “bisa ngasih makan” atau “ngurangin orang miskin”, byk dimensi lain.
    dan yg saya tau, astronomi sudah memberi banyak sumbangan pada perkembangan ilmu pengetahuan dan peradaban manusia. astronomi memberi pencerdasan bahwa manusia bukan hanya makhluk bumi yang menempati puncak piramida makanan, tapi manusia yang punya kesadaran kosmik, bahwa ia punya “porsi” dan “tanggungjawab” di alam semesta, muncul kesadaran tentang Tuhan, tentang filosofi hidup,dan sejenisnya. Menurut saya ini jauh lebih penting. Lebih dari sekedar “nemuin barang tambang”.hehe
    wallahualam^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s