purpleberry

Saya bingung, maka biarkanlah saya buka tulisan ini dengan:

Maha benar Allah yang Maha agung..

Tulisan ini hanyalah kelebatan pikiran saya, loncatan pikiran dari satu hal ke hal berikutnya, yang saya coba langsung tulis, yah, ini metode baru untuk membuat saya mau menulis, saya itu –masyaAllah- malesnya luar biasa. Jadi harus disentil, harus berani mencoba metode apapun. Baiklah, tolong diapresiasi. Plok plok plok. Makasih makasih.

Hmm,, tadi saya lagi mikir, sebenernya kenapa sih saya males ngepost? Dan setelah menggunakan tool 5WHY (ini adalah tool pencarian rootcause yang saya pelajari di kuliah, yaitu dengan bertanya “kenapa dan kenapa” terus menerus.. Kenapa 5? Apakah dilakukan sebanyak 5 kali? Tidak. Dengan berat hati saya katakan ini hanyalah kamuflase, cara naïf untuk membuat tool ini seperti lebih sistematis, karena pada kenyataannya tool ini mengharuskan kita bertanya kenapa terus menerus sampe kiamat. Haha. Ga ding saya lebay.)oke, kembali lagi, jadi rootcause yang saya peroleh adalah karena saya tidak siap jika tulisan saya percuma. Maksudnya, saya tidak siap kalau orang-orang tidak mengerti apa yang saya tulis.. Alibi. Dasar ga penting. Ga esensial.

Ketika saya menulis, kadang saya merasa sedang dikungkung dalam kerangkeng yang saya sebut sebagai dogma semu kebahasaan, bahwa bahasa adalah soal benar dan salah, ada aturan-aturan kebahasaan yang harus saya patuhi. Padahal ketika menulis, saya merasa sedang bertransformasi menjadi manusia paling egois sedunia. Saya adalah yang paling berkuasa dalam kata-kata, merasatidak terlalu bersahabat dengan aturan Ejaan yang Disempurnakan, dan menggunakan satu aturan mutlak dalam kebahasaan: aturan saya, alih-alih aturan berbahasa yang baik dan benar. Saya tidak peduli apa yang saya tulis, saya tidak peduli orang-orang paham maksud saya atau tidak, tidak peduli pesan saya sampai atau tidak. Saya hanya membebaskan imajinasi mengawang jauh di atas kepala saya, dan membiarkannya membumi dalam bahasa saya. Hmm,, atau perspektif saya yang salah menilai kebahasaan?

Wew. Tiba-tiba saya shock mendengar ada orang marah-marah di televisi. Siapa mereka? saya tidak peduli. Mereka juga sepertinya tidak peduli siapa saya. Yang jelas saya mendengar frasa “*piiip* yang berdampak sistemik” diulang berjuta-juta kali. Wah, seru juga tanya jawabnya (atau debat?), andai saja sekarang saya ada disana, pasti saya akan lebih shock lagi, kenapa saya tiba2 ada disana?*gubrak!

Oke, kembali lagi, tadi sampe mana ya? Ya udah ga usah dilanjutin.

Sekarang ngomongin apa ya?

Oke. Tentang cita-cita. Kenapa cita-cita? Karena tiba-tiba saya inget. Hmm.. cita-cita adalah cara manusia mematut harga untuk dirinya. Maka idealnya, seseorang akan bercita-cita setinggi langit, karena setiap orang menginginkan penghargaan setinggi-tingginya. Bukan sekedar dari orang lain tentu saja, tapi lebih kepada pembuktian pada diri sendiri.. Dan sekarang, saya merasa sedang ditonjok tepat di depan muka saya. Belakangan saya merasa seperti –oh,tidak!- pecundang.Pecundang yang kapan saja siap memuntahkan mimpi besarnya, karena tubuhnya sudah tidak mampu lagi menopang mimpi-mimpi besar itu, yang dengan sangat tidak terhormat memasang harga rendah untuk cita-citanya hanya karena ia pikir ia sudah tak mampu. Ah, dasar payah. Dia yang dulu hilang kemana??? Padahal dulu, dia sangat percaya bahkan sampai mendarah daging, bahwa tanpa mimpi besar, orang-orang hanyalah bangkai. Sepertinya dia sedang berevolusi menjadi orang biasa, haha, (kenapa “haha” ya??bingung), ia pelan-pelan berubah menjadi misoneist yang paranoid pada sedikit saja perubahan, hanya ingin bermukim pada zona aman. Lenje. Btw, ini kenapa jadi melo ya?huaaaaaaaaa..tidak.

Oke. Sampe segini ternyata saya udah males. Dan saya tiba2 ngantuk..maka biarkanlah saya berhenti .

Terakhir, siapa saja, tolong motivasi saya untuk tetap menulis,,,makasih.sama-sama.

Advertisements
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

9 Responses to purpleberry

  1. saya says:

    keep writing, keep inspiring!!!^^

    *tuh uda saya smangatin. awas ya kalo ga rajin nulis lagi..=p*

    ttg mslh cita-cita,,kamu ngomongin saya ya?hikss..

  2. abang says:

    semangat lah de…
    hehehe, bukankah dunia mu ada di tulisan mu ?
    tulis dan menulis bukan lah hal yang muda, tetapi saat tulisan kita bisa membawa pembaca ke alur pemikiran dan bahkan dunia yang kita rekayasa.

    hmmm.. semangat yuph ^_^
    di tunggu tulisan selanjutnya

  3. icin says:

    akhirnya say ku yang satu ini, menghancurkan juga gunung kemalasannya dengan tulisan yang subhanallah ini..

    tulisan mu, keren2 say…
    hanya butuh sedikit waktu dan keseriusan, cin yakin cha bisa jadi penulis hebat..
    sebenarnya tidak ada alasan lagi untuk tidak menulis..karena cha sudah punya kuncinya..

    Coba ocha tengok diluar sana, begitu banyak orang yang ingin jadi penulis, walaupun dengan kemampuan pas-pasan..Ia terus mencoba…dengan 1000 kali kegagalan..hingga akhirnya ia bisa meraih mimpinya..

    mhm…mudah2n kita bisa jadi orang yang bersyukur, dengan mengembangkan kemampuan yang telah ia anugerahkan pada kita…

    I always wait your next post..

  4. Youzhmie Yusuf says:

    hmmm….

    tulislah..meski itu hanya huruf “a” ataupun garis2 tanpa makna [sbnrnya tiap garis selalu bermakna ^_^]…

    tulislah..meskin pun itu hanya keluhan dan tuntutan..

    jenuh itu wajar…

    tulislah..maka kamu akan bebas…bebas berpetualang dengan duniamu sendiri… ^_^

    itu kata2 dari seseorang yang membuat saya berfikir bahwa..dengan menulis saya akan abadi…sebab tulisan lebih kekal dari jiwa..gitu sih kata mereka yang suka nulis..

    saya mah ikut2an aja..hehehe.. ^_^

    selamat menyelam dunia baru dalam menulis stelah fase “stagnant” sebab setelah ini ada fase “stuck”..hehehe..sebelum akhirnya ke produktif tanpa henti..ini juga kata seseorang yang memotivasi saya menulis…[meski tulisan saya masih amatir] ^^
    semangat..

  5. Yang nemenin kamu beli tas ahad sepulang kisah kasih seputar hal yang (masih) kau benci says:

    haha,entahlah,keterlaluan dia.hehe

  6. Yang nemenin kamu beli tas ahad sepulang kisah kasih seputar hal yang (masih) kau benci says:

    haha,entahlah,keterlaluan

  7. ikra_yuang says:

    ayo menulis…
    awak sukoo lo ma cha manulih2 tapi baa kok mambukak blog ko bana nan maleh..(kecekan jo lah ga ngerti blog..hahahaha)

  8. saya says:

    tentang cita-cita cha,,
    umm..kamu kayanya lebih tahu dari saya, jadi saya cuma pengen ngingetin diri sendiri aja.. kalo kita disuruh untuk optimis.*ya kan?

    saya ga peduli kalo orang lain bilang saya omdo dengan mimpi-visi-harapan saya. karena saya tidak akan membiarkan orang lain meluluhlantakkan idealisme saya dengan ketidaktahuannya. ya kan cha?
    *kok jadi emosional gini ya?hehe*

    okelah, cukup nyerocos ga karuannya…
    btw saya sangat berharap kamu bisa bersinar lagi seperti saat kamu jadi siswi teladan di sma.. biar saya tahu, saya juga bisa.. hehe
    smangat cha!^^

  9. uwie says:

    mari menulis dan menggaris…
    ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s