wilcoxia

Dalam kabut pagi itu, dalam derai tawa kita yang mengiang di ruang-ruang memoriku

Aku kembali rindu

Lalu akan, di sisi pelangi, kembali kusimpul memori lalu

Kukelit berkelindan hingga ujung pelangi itu

Dan untuknya, aku tinggal menunggu hujan, berharap hujan

Hingga tetes-tetes airnya jatuh seperti kelap-kelip kembang api

seperti convety yang ditaburkan peri-peri beberapa hasta di atas kepalaku

Peri-peri yang sama,yang menaburkan bibit-bibit warna lembayung dan jingga pada awan senja.

Warna itu keluar alami dari kepak-kepak sayap mereka.

Lalu mereka terbang dari mega demi mega menyerak warna, sampai langit senja utuh, terlukis sempurna..

Terbias pada muka laut, terpantul di bola mata nelayan yang sedang melempar jala

Hmm.. lukisan senja.. disanalah..

aku kembali rindu..

pada derai tawa kita yang mengiang

pada matahari terbenam

pada awan senja

pada ombak

pada kumandang adzan yang menarik kita pulang

pada bau laut

pada permukaan laut yang menjelma setumpuk intan berkilauan..

yang sangat jelas, kulihat juga pantulan kemilaunya di bola mata kalian..

Advertisements
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

8 Responses to wilcoxia

  1. ice says:

    kakak…pertamax ney…hehe
    bahasanya ketinggian bwt c…
    ga ngerti2 amat, hehhe
    wilcoxia bhs pa tu kak?

    niwey, keren dah pokoknya

  2. inisaya says:

    wah..uda nulis lagi..keren cha..^^

    umm..lagi kangen masa lalu ya?*sotoy*
    hemm..kadang kita sangat rindu akan masa lalu,,
    sangat menginginkan masa lalu itu kembali..
    tapi bahkan wajah kita tidak dapat berpaling 180 derajat ke belakang..
    maka cukuplah kita menoleh sedikit ke belakang..
    karena untuk apa ada masa lalu yang begitu indah?
    agar kita dapat melukis masa depan yang jauh lebih indah di kanvas pikiran kita..
    agar kita bersemangat untuk mengukir masa depan dengan tinta emas kita..
    hingga suatu saat kita kembali menengok ke belakang dan berkata..
    itulah masa laluku yang sangat indah,,yang dulu kita bangun bersama..^^

    btw,wilcoxia tuh jenis bunga yang warna ungu ya?hehe..

  3. Hebatlah… Sip sip siup pisan!!!
    Tapi bahasanya kurang manusiawi wilcoxia gitu! Heheheh….

    saya memang bukan tidak puitis… tapi kalo baca-baca puisi,
    apalagi dengan bahasa sastra ampe2 ga ada di kamus Indonesia, tapi masih aja indah dibaca, apalagi kalo udah Hiperbola dan ungkapan2 tak jelas yang tapinya keren dan kerassSSSAaa

    Seolah2 pesannya nyampe…
    Hahahaha… hobby saya yang suka memutar balikan bahasa, masih kalah kalo dilawan puisi kayak gni. Two hands up deh!!!

  4. melia says:

    bgus bgt cha..
    ternyata sgt indah jika dibahasakan spt ini..

    imel mengerti perasaan cha.. (PD amat..!!)

  5. Youzhmie Yusuf says:

    Hiks…..
    bahasanya cantik nie…
    Saya suka…he….
    b^_^d

  6. Ginda says:

    Pantai pariaman kamu yah cha, jadi pulangkah liburan ini?

  7. alma says:

    bagus cha,,tapi ambo tak mengerti puisi (iko puisi kan?)

  8. linda says:

    assalamualaikum,
    mbak, ku link blognya-
    jazakillah khair

    linda_ti07

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s