cumulus humilis

Terselip rinduku di celah puing- puing itu

Diantara tanah retak yang kau injak-injak

Di antara udara gersang kota itu,yang kau rasakan cuacanya,kau puji langitnya, awannya, bintangnya

Terselip rinduku di sana..

Di antara dinding-dinding rumahmu, yang ia rekam ceritamu, ia rekam doa-doamu, ia rekam tawamu waktu itu…

Terselip rinduku di sana, di satu bagian hatimu,

Di wajahmu, di keningmu, di pundakmu, di lenganmu, di telingamu,

ingin kubisikkan lekat-lekat disana bahwa akan ada hari baru..

tak peduli kau sudah tak lagi bisa mendengar kalimatku..

hanya sekedar menyeka duka dari petaka

melepuh lelah

hingga senyummu kembali merekah indah..

hanya untuk itu,,

Makanya ia menyelip lekat disitu…

*Untuk tanah kelahiranku, untuk kota kecilku, untuk saudara-saudaraku, untuk senyum mereka, untuk apa saja yang Kau ambil dariku, aku percaya ada ganti yang lebih baik…huff…amin.

Advertisements
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

6 Responses to cumulus humilis

  1. Ice says:

    Amin..
    Smg duka ni cpt brlalu

    Bkunjung k blog c jg y k..

  2. icin says:

    yah…mari kita sama2 berdoa semoga tidak ada lg bencana di negeri ini.

    bia cin sampaian rindu ocha ka piaman tu..
    oh, yo masuakan lah blog cin ko ka blogroll ca yo

  3. ryan says:

    Ini bukanlah kisah Epilog..
    Tapi ini adalah kisah Prolog..

    Kini bukalah lembaran baru..
    Disana ..
    masih tercatat potongan mimpi-mimpi besar yang belum selesai..
    masih tersimpan cerita luar biasa yang belum tertulis..
    masih tertancap hikmah ranum yang belum terpetik..

    Aku masih bisa merasakan..
    kerinduan sebuah pena peradaban..
    Pena yang rindu menari..
    Untuk menggoreskan hal besar pada lembaran itu..

    Maka selesaikan, tulis, dan petiklah..
    Karena langit, awan, dan bintang yang kau puja..
    Menunggu goresan penamu disana..

    ***
    cha, yang sabar ya..
    Pasti ada hikmah dibalik ini semua..

  4. inisaya says:

    saat ini,
    riak-riak hujan menjelma bait
    di separuh malam ku kini
    mengintip celah langit
    menguntai kata,mengikat puisi
    demi satu harap,semoga..
    tulisan ini mengindahkan harimu,
    menghias akhir malammu,
    dan melapangkan lagi ruang hatimu.
    karena ku ingin..
    kujalani esok hari
    bersama senyumanmu..

    amiinn.. semangat yo cha..^^

  5. imel says:

    oca…
    denyut nadi sangt cepat wkt itu..
    imel kira pariaman akan hilang dari peta..
    ternyata Allah masih sayang.. masih mmberi ksemptan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s