puisikah ini?

Bukankah,

di tiap-tiap memeta langkah

dalam cinta, Tuhan berbahasa?

Pagi, siang, petang, malam

tak pernah bergulir masa

Kecuali nikmat melimpah-limpah dari langit

Alam masih membalas senyum,

walaupun malu-malu

dan tangan-tangan malaikat masih sudi menyelipkan rizki

apalah arti pekat jelaga petang ini

Jika masih ada hujan esok pagi…

Maka aku..

Masih pantaskah lancang mendikte Tuhan?

Bukankah,

Di tiap-tiap memeta langkah

Dalam cinta, Tuhan berbahasa?

Lalu di pinggir waktu

Hingga temaram senja sengit

Antar mata dewa ke kaki langit

Saat itu aku

Ingin sekali keluh jenuhku

Kutinggalkan

Di sela ranting-ranting mawar yang perlahan layu..

Advertisements
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

2 Responses to puisikah ini?

  1. sang pedjoeang says:

    tak ada salah dalam kata..
    ak ada salah dalam amal..
    Karena sesungguhnya umur manusia adalah amal dan kata..

    Menjawab pertanyaan ini :
    Aku pikir ini adalah puisi kok

    Salam Pedjoeang..

  2. birulangit says:

    izin share ya mb 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s