“Palestina”__tidakkah kita peduli???

Puji syukur ke hadirat Rabb semesta alam, Rabb Ibrahim, Rabb Muhammad, Rabb syuhada, Rabb para mujahid yang sampai detik ini masih mencurahkan nikmat yang berlimpah pada kita.

Kita masih bisa hidup tenang, tanpa ancaman bom, tanpa ancaman senjata, tanpa ancaman segala bentuk penindasan, tanpa ancaman bejatnya genosida, tanpa dihantui rasa kehilangan, tanpa rasa cemas ditinggal orang-orang tercinta, tidak untuk sejenak. Tidak.tapi selamanya. Dan mungkin tidak hanya ditinggal satu orang. Tidak. Tapi banyak. Dua, tiga, empat..

Tidakkah kita peduli?Ataukah kita sembunyi di balik kejahilan kita, di balik keengganan kita untuk mengintip ke balik tabir realita, bahwa sesungguhnya ini adalah masalah kita juga. Masalah kemanusiaan. Bukan masalah palestina saja. Bukan masalah bangsa Arab saja.sekali lagi bukan. Atau sepicik itukah kita sampai tega berkata “urusan negara ini saja belum beres, buat apa mengurusi negara orang?”. Sedemikian parahkah “peradaban” mencuci otak-otak kita? sebegitu dalamkah belati apatis menoreh hati-hati kita, menggerus nilai-nilai kemanusiaan kita?Alasan seperti apa itu? Lantas jika negara ini belum beres, apakah “peduli” itu menjadi haram? Apakah ajaran yang dibawa Muhammad sedikit pun tidak membekas di hati-hati kita? Tapi ya sudahlah, siapa tau alasan itu bisa membuat siapapun yang memberi alasan suatu saat bisa memberikan kontribusinya untuk “membereskan” negara ini.

Tapi setidak peduli itukah kita?Padahal kita tahu bahwa orang-orang mukmin itu bersaudara, bahwa muslim itu layaknya satu tubuh. Mereka adalah kita. Mereka saudara kita. Dan ini bukan masalah Negara. Bukan masalah territorial. Bukankah kita tahu bahwa dimanapun selama adzan masih terdengar berkumandang itu adalah tanah air kita? Bukankah setiap jengkal bumi Allah adalah tanah air orang-orang muslim?

Sekarang tanah air kita terjajah, saudara-saudara kita terzhalimi, darah-darah syuhada membanjir menyuburkan tanah palestina. masih nyamankah kita meniup terompet tahun baru sementara saudara-saudara kita menghembuskan nafas terakhirnya? Masih nyamankah kita menyaksikan pesta kembang api sementara langit palestina dihiasi jelaga-jelaga akibat ledakan misil? Tak tahukah kita di sana mereka sudah tak punya apa-apa kecuali harapan? tak tahukah kita sudah berapa orang yang meregang nyawa? Tak tahukah kita bahwa bayi-bayi palestina terancam mati kedinginan? Tak tahukah kita, Saat adik2 kita malas-malasan disuruh menghitung sekian apel ditambah sekian apel di bangku sekolahnya, anak-anak palestina dengan semangat membara mengumpulkan batu-batu untuk melempar musuh Allah, menghitung berapa kali ledakan yang mereka dengar, menghitung berapa nyawa yang harus mereka ikhlaskan.. Mereka masih anak-anak, mereka masih rapuh, tapi lihat sendiri kan, jiwa mereka adalah intan, kuat, indah memantulkan cahaya keberanian. Mereka adalah ksatria-ksatria yang dilatih langsung oleh alam, ditempa langsung oleh keadaan, diasah oleh sabar dan syukur, dan dalam pembuluh-pembuluh mereka mengalir darah-darah syuhada. Tidakkah kita tergetar? Tidakkah kita iri? Tidakkah kita ingin ikut bersama mereka melemparkan batu-batu ? Mungkin tidak, Karena hati kita sudah keras seperti batu..

Tidakkah pernah terpikir, bahwa sesungguhnya mereka sangat lelah, lelah dengan keterjajahan, jenuh dengan air mata yang terus-terusan mengalir, sudah terlalu bosan merasakan kehilangan, mungkin mereka sudah sangat muak. Bertahun-tahun tidak satupun berita gembira yang mereka dengar selain keyakinan mereka bahwa pertolongan Allah itu dekat.

Lalu Israel, mungkin mereka bisa membungkam mulut dunia,menjadi yang paling berpengaruh di semua lini,mungkin mereka terlihat begitu tangguh, terlihat begitu cerdik tapi sesungguhnya mereka tak lebih dari idiot-idiot yang berjalan di muka bumi dengan jiwa-jiwa mereka yang cacat. Tak lebih. Mereka tak lebih dari benalu yang menggerogoti nilai-nilai kemanusiaan.Tak lebih.Dan apalagi yang lebih menghinakan dari pada dimurkai Allah dan Rasul-Nya?

Dan kita, tidakkah kita marah saat Israel terkutuk berpesta untuk setiap nyawa saudara-saudara kita, untuk orangtua-orangtua kita disana, untuk adik-adik kita di sana? Tidakkah darah ini mendidih saat kaki-kaki kotor mereka menginjak-injak Al-aqsha yang mulia? Mungkin tidak, karena hati ini sudah tidak peka…

Setidak peduli itukah kita, hingga bahkan untuk mendoakan mereka pun kita lupa? Hanya untuk berdoa agar peluru-peluru Israel laknat itu meleset, hanya untuk berdoa agar batu-batu menghantam mereka dengan kuatnya, hanya untuk berdoa agar ksatria-ksatria palestina diberi kekuatan, agar kemenangan itu datang?Setidak peduli itukah kita? Semoga kita punya argumen atas ketidakpedulian kita nanti di pengadilan Allah..

Ya Allah,,

Allahumma ya munzilal kitab,
Ya mujriassahaab,
Ya hazimal Ahzab,
ihzimhum!

Ihzimhum!

ihzimhum!

Ya Rabb yang Gagah Perkasa,goncangkan mereka ,pecahbelahkan mereka,kalahkan mereka, dan menangkan kami atas mereka.

Allahummah zimuhum wa zalzilhum…

wansurna ‘alaihim..

Allahumma Amin…

—-Khaibar khaibar ya Yahud!!! jaisyu Muhammad saufa ya’ud!

Lihat, tentara-tentara Muhammad tak pernah hilang diluput zaman,

Dan tunggulah, tentara-tentara Muhammad akan datang…

Advertisements
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

4 Responses to “Palestina”__tidakkah kita peduli???

  1. Friend says:

    Benar – benar menggugah, di diri setiap manusia pasti ada, paling tidak secercah kesadaran akan keadaan setiap warga di palestina,
    suatu hal yang sangat penting saya kira, ada di antara kita yang mengingatkan untuk terus mendoakan saudara-saudara kita sesama muslim,
    muslim adalah suatu tubuh,
    jikalau tubuh sudah tidak saling merasa, masih pantaskah kita berteriak kita satu?

  2. bahma says:

    suatu saatnya nanti aku akan benar2 menjadi pedang Allah yg akan mebinasakan yahudi2 lakhnat itu!amiin!

  3. @ghe dunk says:

    pernah b9 ceritain g cha
    kalo b9 punya anak
    namanya adalah
    WILLI DIEAS SYUHADA = WILL I DIE AS SYUHADA

    sekecil apapun yang bisa kita lakuin bwat menolong saudara kita di palestina atau menghancurkan yahudi atau kombinasi keduanya
    walaupun hanya melempar tentara mereka dengan kerikil
    lakukanlah
    STOP GUNAKAN PRODUK YAHUDI

  4. Pingback: Celahlangit

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s