6 Des, dini hari…

Ada sebuah pesan yang masuk ke inbox handphone ku. Tentang kebimbangan. Sebuah pesan yang membuatku berpikir lama dengan kata-kata apa harus kubalas.Pesan itu kubaca berulang-ulang.

Tak ada ide.

Kuputuskan untuk keluar kamar; mengintip bintang

Hmm,, terkadang aku jadi begitu melankolis,,

Biasanya kalau sudah begini pikiranku jadi kemana-mana, memikirkan banyak hal..

Pelesiran 21 lantai 4, dari sini aku biasa memandang langit, menikmati cahaya anggun bintang-bintang, menyaksikan sekali-kali petir kecil seakan mencoba membuat retak kaki langit, menatap kilat yang membuat langit lebih terang beberapa detik, mengamati lalu lintas di flyover, lampu-lampu jalan, rumah-rumah penduduk dengan pola yang tak beraturan dengan gang-gang kecil yang meliuk-liuk dan kubah-kubah mesjid yang lebih tinggi dari bangunan disekelilingnya.

Aku berdiri, menghirup udara dingin yang penuh embun.Sayang sekali, tak ada bintang. Awan Desember yang membawa hujan menggantung menutupi langit sejak siang. Biasanya aku sudah tenggelam menikmati konstelasi, membayangkan secerah apa Eta Carina atau Peony Nebula, menerka yang mana Alpha Centauri, dan biasanya berujung dengan memandangi venus cukup lama. Tapi venus bukanlah bintang.

Hmmm… bintang, dengan cahayanya ia selalu berhasil menggodaku. Dan kerdipannya akibat turbulensi di atmosfer bumi semakin menggodaku, mencari tahu banyak hal tentangnya. Dan itu semua membuatku menarik kesimpulan, betapa Agungnya pencipta jagad..

Tapi sayang, bintang yang bisa kulihat dari Bandung tak sebanyak bintang yang bisa kulihat di kotaku sana. Berbagai polutant sudah menumpuk mencemari atmosfer Bandung, membuat langitnya tak lagi jernih hingga meredam cahaya bintangyang sampai ke bumi.

Walau tak ada bintang, ada keindahan lain yang bisa kucermati. Jutaan Lampu2 kota yang tetap terjaga. Menghabiskan beratus- ratus ribu watt. Maha Gagah Rabb yang menghujamkan intuisi ke otak cemerlang Edison, melenyapkan lelah dari tiap-tiap sendi raganya, menghapus kata menyerah dalam katalog lobus temporal cerebrumnya, dan itu yang membuatnya tak putus asa mengulang percobaan demi percobaan hingga akhirnya ia memberi sinar untuk peradaban, menerangi segenap pelosok dunia dengan filamen-filamen yang berpijar, menjadikan malam-malam hidup. Itu pula yang menjadi inisiasi untuk penemuan-penemuan lampu berikutnya, membuat malam di bumi megah menyala dengan jutaan cahaya. Tak heran jika sejarah mengabadikan namanya dengan tinta emas sebagai orang yang sangat berjasa. Ada milyaran manusia dari akhir abad ke-19 hingga sekarang yang merasakan manfaat penemuannya. Subhanallah, sungguh mulia. Tapi miris ketika ingat itu semua tak ada artinya tanpa syahadat. Alhamdulillah,, terimakasih Rabb, karena kau lahirkan aku ke dunia dalam agama fitrah…

Aku kembali teringat pesan yang masuk beberapa menit lalu. aku menyukai pesan itu, sangat jujur, sangat terbuka, walaupun itu tentang kebimbangan, tapi sama sekali tak mengisyaratkan kelemahan. Yap, tentu saja. Itu bukan lemah. karena bagiku titik lemah dan tanda kelemahan adalah ketika kita menilai orang lain lemah. Justru kekuatan kita adalah saat kita bisa menangkap nilai-nilai positif dari orang lain.

Aku sangat senang jika ada yang mau menceritakan masalahnya atau apapun yang dia alami padaku. Ada gelitikan tersendiri saat menerka apa yang orang lain sedang rasakan, menyelam ke dalam lubuk pikiran orang-orang, menilai cara mereka berpikir, mengetahui bahwa tiap orang punya cara pandang yang berbeda tentang apapun,hingga kemudian aku tenggelam dalam labirin penafsiran. Dari sana, dari masalah-masalah itu,dari pengalaman-pengalaman mereka, aku tau betapa Rabb Pengatur Alur benar-benar punya cara yang berbeda-beda dalam mentarbiyahi anak cucu Adam. Dan semuanya indah. Aku jadi ingat kata-kata dosen material teknikku, bahwa“kekuatan material tidak hanya dipengaruhi oleh struktur dan komposisinya namun juga oleh proses yang pernah dilaluinya”.Kata-kata yang menyentakkanku, menyinggung nuraniku. Subhanallah,, Tuhan benar-benar menggariskan segalanya dengan menakjubkan, tanpa cela. Dan sungguh ujian-ujian itu adalah proses untuk membuat orang-orang bertambah kuat..

Hmph,, pikiranku melompat-lompat tanpa bisa kukendalikan. Sunyinya malam membuatku merasa harus memikirkan apakah selainku ada orang-orang yang sudah terjaga dan menatap lampu-lampu kota seperti yang kulakukan. Yang sedang tidur, apakah mereka nyenyak? Bermimpikah mereka?Ribuan kilometer dari tempatku berdiri, orangtuaku apa kabar? Bahagiakah mereka hari ini? Saudara-saudaraku? Teman-temanku?Bagaimana dengan anak-anak jalanan??apakah mereka nyenyak? Dini ini sangat dingin, udara Bandung penuh embun, apa mereka punya selimut untuk memerangkap sedikit kalor dari tubuh mereka ?Kasian,, tapi bukankah mereka begitu kaya? Mereka punya tiap jengkal bumi Allah, mereka punya langit Allah, mereka punya embun, mereka berhak atas setiap tetes hujan, mereka puas merasakan terik.Ah, mereka begitu kaya. Jauh lebih kaya ketimbang orang-orang yang mengutuki mereka sebagai residu-residu peradaban. Mereka begitu kaya akan rasa, kaya akan pengalaman-pengalaman hidup, kaya akan proses-proses yang menempa mereka untuk jadi kuat, mereka begitu kaya. Sungguh…

aku jadi memikirkan banyak hal. Sudahlah…

Kumulai mengambil wudhu,kembali ke kamar, dan kusimpan pikiranku dalam-dalam, tak rela ia tenggelam ditelan malam,,

Dan dalam diam, aku berharap tidak menjadi pecundang yang sembunyi di balik keapatisanku..

Advertisements
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

9 Responses to 6 Des, dini hari…

  1. aisarlhoini says:

    Ocha keren ih renungannya..
    ck ck ck.. pujangga banget.. deuuu..

  2. dreamer says:

    subhanallah…tulisannya…

    kagum…tapi kesel. kok bisa sih tulisan kamu bagus gitu??jadi ngiri…ga mw tau harus ajarin!

  3. dreamer says:

    awan desember, konstilasi, turbulensi di atmosfer, intuisi, katalog lobus temporal cerebrum, residu-residu peradaban….

    kok bisa sih kepikiran kata2 itu?

    jadi inget kata2nya Umar ra. ttg sastra…

  4. nileder says:

    Subhanallah … perenungan yang indah ..
    akhwati fillah ..
    Anti harus ingat.. bahwa apa yang terjadi di dunia ini sudah allah tetapkan 50.000 tahun sebelum penciptakan langit dan bumi. Tidak ada satupun yang luput dari takdir dan ilmu nya allah ,sampai daun daun yang berguguran dari rantingya, semut yang ada dilobangnya dan ikan yang ada di dasar lautan. Semuanya itu terjadi berkat apa yang Allah tetapkan kepada mereka. Apa yang anti renungkan memang benar, memang begitulah sesorang harus merenungi betapa Agungnya Pencipta Dzat yang Satu satunya ber-HAK untuk diibadahi. Yang mengalahkan semua kesombongan pencipta yang ada di atas dunia ini. Mereka tidak lain hanyalah mengubah keadaan, dari besi besi yang ditumpuk ,jadilah mobil. Dari serpihan logam , jadilah handphone. Namun , kadang mereka ngak meyadari , bahwa mereka hanyalah mengubah keadaan bukan yang mencipta.
    Satu satunya pencipta hanyalah Allah, Dzat tunggal yang tidak ada sekutu baginya…
    Mudah mudahan dengan anti tetap istiqomah di atas iman, di atas islam , di atas sunnah , maka Allah akan kokohkan kaki anti di bumi ini. Dengan anti tetap rajin menuntut ilmu, thollabul ilmi , sering menhhadiri majelis ilmu, mengahadiri halaqoh , yang mana di sana dibacakan ayat Allah, diterangkan Hala wa Haram , maka Allah akan angkat derajat anti sampai waktu yang telah dijanjikan..

  5. micelia says:

    well… jd penasaran ma isi pesannya deh
    seberapa dahsyat kata2 yg di tulis or di tanyakan(?) yg bikin k ocha bimbang n nyari jawaban dg perenungan yg “heboh”

    he3

    but that’s so cool

  6. keren says:

    jadi kayak lagi baca novelnya andrea hirata 4 novel full, kata2nya agung…… bikin novel dunk///// he21x

  7. teteh says:

    Ocha..
    masih inget diskusi pas pelantikan?
    Ayo..
    Teruslah berkarya de’..

  8. webid says:

    ocha cha. . . pintarnya dirimu…
    tulisan menggambarkan apa yang ada di benak se seorang. sebagaimana pepatah arab yang mengatakan “Setiap bejana pasti akan mengalirkan apa yang dikandungnya”.
    Jadi, apa yang keluar dari lisannya, itulah isi hatinya. orang yang hatinya penuh dengan ilmu, ketawakkalan pada rob-nya, tidaklah keluar dari mulutnya, melainkan kata-kata yang penuh dengan hikmah. Banyak-banyak lah belajar ! dan jangan bosan belajar ! Karna ilmu tidak akan datang dengan jiwa yang santai…

  9. vivin says:

    “kekuatan material tidak hanya dipengaruhi oleh struktur dan komposisinya namun juga oleh proses yang pernah dilaluinya”.Kata-kata yang menyentakkanku, menyinggung nuraniku. Subhanallah,, Tuhan benar-benar menggariskan segalanya dengan menakjubkan, tanpa cela. Dan sungguh ujian-ujian itu adalah proses untuk membuat orang-orang bertambah kuat…ocha,,ujian2 dari allah bisa merupakan suatu bentuk kasih sayangnya pada kita bisa berupa cara Allah menegur kita lagi akan apa yg telah kita perbuat, 1 hal,,selalu bertanyalah pada nurani karena dia adalah mercusuar jiwa kita yg tak pernah berbohong antara yg hak dan bathil. Ocha pasti Kuat bahkan Lebih Kuat dari Aku ,dan ocha bisa sekuat ibunda Hajar dan Al-khansa dalam menapaki tiap jengkal ujian dari allah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s